Wallpaper Download
Showing posts with label semester 3. Show all posts
Showing posts with label semester 3. Show all posts

Thursday, December 23, 2010

Yang terbaik dari semester 3 (Part 3: Life)

Semester tiga gue adalah semester yang identik dengan masalah. Sesuatu yang bernama ‘Masalah’ ini menyerang semua aspek kehidupan gue. Gue benci masalah, tapi masalah mencintai gue. Ini adalah cinta sepihak yang menyebalkan.

Masalah cinta adalah salah satu masalah paling rumit. Faktanya, kisah cinta gue dengan liliput pertama merupakan kisah cinta paling menyedihkan yang pernah gue alami. Status gue sebagai pemuja rahasia abadi benar-benar memalukan. Jangan tanya gue bagaimana rasanya menjadi pemuja rahasia. Tanya saja Raditya Dika. Dia mampu menjelaskan dengan sangat baik bagaimana “sick” nya menjadi orang yang mencintai diam-diam. Berikut fragmen dari cerpennya di buku “Marmut Merah Jambu” yang gue anggap paling mewakili gue. Paling mewakili bagaimana rasanya menjadi orang hanya bisa mencintai dibelakang layar.

“Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang dari dulu, yang tumbuh mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.” (best fragmen)

Sedikit banyak, sindrom “pemuja rahasia” itu ternyata berpengaruh besar terhadap tingkat kepercayaan diri gue. Kali ini, dari masalah cinta merambat ke masalah kejiwaan. Gue jadi ga percaya diri, bahkan untuk mencoba menyukai orang lain. Gue berpikir dan mungkin takut jika orang lain yang nantinya akan gue sukai bersikap sama seperti liliput pertama.

Gue mengalami masalah besar pada kepercayaan diri hingga gue bertemu dengan seseorang yang memberi gue kesempatan untuk merubah paradigma gue yang salah itu.

Semuanya berawal dari keberanian gue untuk mendekati orang lain dan keluar dari bayang-bayang Liliput Pertama. Perlahan tapi pasti, gue mulai suka dengan orang lain. Dan tanpa bercerita kepada siapapun, gue maju dan sebisa mungkin tidak menenteng status “pemuja rahasia” yang konyol itu. Tidak ada yang tahu. Gue merahasiakan ini dari siapapun. Hingga tiba saatnya gue untuk menyatakan perasaan.

Ya, orang yang aku sukai itu kamu.”

Begitulah kalimat penembakan gue waktu itu. Yah, memang bukan kalimat penembakan yang baik. Tapi paling tidak, dengan dikeluarkannya kata-kata itu ke udara, gue sukses menanggalkan status “orang yang mencintai diam-diam” yang sebelumnya melekat erat dalam diri gue.

Hal terbaik justru datang dari balasan kalimat penembakan gue diatas.

“Kok bisa?” Katanya.

“Ceritanya panjang.” Balas gue sangat grogi sekali. Panas dingin.

“Ya ampun.” Serunya. Tertawa. Lebar. Ya, tertawa. Tertawa senang.

Gue diterima dengan tawa bahagia. Lihat, ternyata kisah cinta gue ternyata ga selalu menyedihkan.
Tawa lebarnya dan bagaimana atmosfir perasaan yang terbentuk saat itu, merupakan moment terbaik yang gue alami di semester 3.

Masalah cinta, masalah percaya diri, tampaknya menemui jalan terang. Tapi tidak begitu dengan bagaimana jalannya hari-hari gue. Bagaimana labilnya perasaan gue. Bagaimana hopelessnya gue di akhir-akhir semester tiga gara-gara tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masalah keluarga, dan masalah kesehatan yang menumpuk dan berubah menjadi badai besar. Ya, badai besar yang ga akan bisa dimengerti oleh siapa-siapa.
Lagi-lagi gue suka bagaimana Raditya Dika menggambarkan situasi labil seperti ini dengan kata-katanya.

"Memang menyakitkan, segimana besarnya masalah kita, orang-orang lain akan tetap berjalan maju. Tidak akan memahami. Walaupun ketika kita cerita mereka pasti akan bilang “Gue tau gimana rasanya” Tapi mereka tidak bener-bener tahu. Karena mereka tidak dalam posisi kita. Tidak. Orang-orang lain akan tetap memperlakukan kita seperti orang biasa. Tanpa tau yang kita jalani. Tanpa tau apa yang sedang kita alami. Sebesar apapun badai yang ada di hati kita saat ini, the world will keep on moving, and I’ll keep on standing. (Di balik jendela-Cinta brontosaurus, Best description of guilty)"

Apa boleh buat, gue pun menjalani hari demi hari dengan diam. Menepis harapan bahwa akan ada seseorang yang mengerti. Yah, bukan mereka yang seharusnya mengerti. Gue yang seharusnya ngertiin diri gue sendiri. Terlalu bergantung kepada pengertian orang lain hanya akan membuat gue lemah. Lihat saja gue yang sekarang. Ini semua gara-gara gue terlalu mengandalkan orang lain untuk memberikan solusi atas semua masalah gue. Masa bodoh dengan teori makhluk sosial. Manusia tidak selalu membutuhkan pertolongan orang lain, terutama ketika mengalami masalah internal dalam diri. Atau, ketika tidak ada orang yang mau peduli dan mengerti.

Hari hari gue selanjutya, makin suram.Tanpa tujuan. Tanpa gairah. Satu-satunya hiburan yang bisa membuat gue sedikit merasa enakan adalah membaca wall to wall gue dengan odik. Gue menyimpan halaman wall to wallnya dan membukanya dikala senggang. Dan itu selalu berhasil membuat gue tersenyum. Lucu melihat bagaimana cara gue menanyai orang lain dengan pertanyaan dan candaan-candaan yang kurang penting, dan lucu melihat bagaimana pertanyaan kurang penting itu dibalas dengan panjangnya. Dan percayalah, kita akan merasa lebih baik ketika kita apa yang kita omongin ditanggapi oleh orang lain.

Wall to wall itu, adalah percakapan terbaik yang pernah gue lakukan di dunia maya.
Itu sedikit membantu gue untuk tetap waras disaat-saat sulit.

Satu bulan sebelum semester tiga berakhir adalah saat-saat paling berat. Sangat berat sehingga quotes favorit gue saat itu ialah “sh*t happens” yang kalo diartikan ke bahasa Indonesia menjadi “Sial itu biasa”.
Gue bisa saja menjadi sakit jiwa kalau gue ga punya teman yang baik-baik.

Ada satu teman yang paling gue ingat ketika jiwa gue sedang labil-labilnya. Teman yang sering mengatakan “semangat ya jik.” Ketika gue akan memulai praktikum. Teman yang bisa ditanya-tanya ketika teman gue yang lain terlalu sibuk untuk ditanya. Teman yang selalu menularkan keceriaannya ke gue.

Dia ini, teman yang sangat bisa diandalkan. Dia ini, teman yang selalu membuat gue melihat sisi terang dari semua kesialan yang gue alami.

Dia ini, teman yang membuat gue bertahan. Dia ini, adalah salah satu teman yang akan selalu gue ingat. Dia ini, teman yang baik.

Gue pun tetap bertahan menjalani hari-hari di akhir semester tiga yang menyebalkan. Biarpun yang membuatnya menyebalkan itu sikap gue sendiri. Ada suatu hari saat gue sangat putus asa dengan praktikum dan ga tahan lagi untuk tidak bercerita kepada orang lain. Gue menelepon salah seorang teman kepercayaan. Dhita. Gue ceritain semua masalah gue panjang lebar. Dia mendengarkan dengan seksama. Hanya mendengarkan.

“Kalo gitu keadaannya, aku juga ga tahu harus gimana. Kok kayaknya complicated amat yak.” Begitu jawabnya waktu itu.

Gue jadi pengen mati.” Balas gue saking sebelnya.

Ya ampun ozik. Apa-apaan sih itu. Cemen ah.”

“Terserah deh. Semua orang payah.”

Oh, beneran pengen mati? Beneran? Ga pengen lihat Indonesia juara piala AFF?

Aku serius dhit!

Aku juga serius kale. Heh, ga pengen hidup lebih lama lagi? Ga pengen tahu siapa cowok yang bisa naklukin liliput pertama? Ga pengen tahu younha bakal nikah ma siapa? Atau lu pengen mati sebagai mahasiswa yang sepanjang kuliahnya ga pernah dapat nilai diatas B? heh. Ga asik ah.”

Gue tahu dhita bercanda dengan omongannya. Tapi, jika dipikir-pikir, ada benarnya juga. Masalah-masalah ini hanya mempersempit pikiran gue. Padahal, jika dipikir-pikir sedikit lagi, ada banyak hal rupanya yang bisa membuat gue untuk tetap menjalani hari-hari dengan semangat. Ya, si dhita itu memang mengambil contoh yang mengada-ngada seperti siapa yang akan jadi suami liliput pertama, tapi biar bagaimanapun juga dia benar. Masih banyak yang harus diperjuangkan dari hidup ini. Masih perlu membanggakan orang tua. Masih harus membeli barang-barang yang ingin dibeli. Masih harus tobat karena kebanyakan dosa. Dan masih harus membalas kebaikan teman-teman kepada gue. Curhatan dengan dhita itu merupakan curhatan yang paling memberikan pencerahan. Gue jadi punya banyak alasan untuk berjuang menyelesaikan masalah masalah gue yang kebanyakan. Dan ngomong-ngomong, tentang kebaikan teman, di semester tiga akhir inilah gue paling banyak merasakannya.

Apa yang selalu akan gue ingat, adalah bantuan teman-teman gue di praktikum IMT.

Apa hal terbaik yang gue terima di semester tiga adalah bantuan di praktikum IMT.

Dan setelahnya, biarpun masalah selalu datang, biarpun kesialan sudah menjadi hal yang biasa, gue tetap bisa menegakan kepala. Kebaikan-kebaikan mereka itu membuat gue mampu membuang semua keluh kesah. Saatnya gue maju dan belajar dari kesalahan.

Setelah semua yang gue lalui itu, gue jadi sadar, bahwa masalah itu datang bukan untuk ditunggu sampai hilang dengan sendirinya. Masalah itu datang untuk diselesaikan. Ya, Life is not about waiting the storm to pass. It is about dance in the rain.

Wednesday, December 22, 2010

Yang terbaik dari semester 3 (Part 2: Stuff)

Semester 3 di fakultas kedokteran gigi kurikulum KBK merupakan semester yang sibuk. Ya, semuanya tahu itu. Dan gue, entah bagaimana caranya, berhasil mengubah semester 3 yang mestinya sibuk ini menjadi semester super santai. Gue, di malam sebelum ujian bahkan menonton film Inception tanpa beban. Jam tiga pagi pula. Gue menonton seakan-akan dialog-dialog Leonardo di caprio akan dijadikan soal pilihan berganda di ujian esok hari. (oke, di semester berikutnya ini tidak akan terjadi lagi. Tidak akan. Ouch)
Ada banyak hal-hal yang membantu gue untuk menjalani hidup santai di semester 3 ini. Berikut ini adalah beberapa yang terbaik.

Best Movie : Inception.

Film ini sangat bagus sehingga gue ga bisa menemukan kata-kata yang pas untuk mengungkakpkan bagaimana kesan gue ketika menonton film ini. Memasang bintang-bintang film papan atas, jalan cerita yang ga biasa, dan efek-efek sinematografi yang oke punya, film ini gue rasa pantas gue pilih sebagai film terbaik yang gue tonton di semester ini.

Rating 8/10.

Best Novel : DO

Ya, ini memang novel lama. Lama juga gue ngelihat novel ini dipajang di gramedia tanpa niat menyentuhnya sama sekali. Ini disebabkan karena gue udah nonton filmnya. Ga ada yang menarik dari filmnya. Gue bahkan ga menonton filmnya sampai setengah. Tiga(atau mungkin empat) tahun setelahnya, ada temen blogger gue yang bilang kalo film ma novel DO itu beda. Dia juga bilang kalo novel DO itu lucu. Gue pun membuktikannya sendiri. Dan ternyata dia ga salah. Ketika membaca synopsis dibelakang bukunya pun gue bisa tersenyum geli. Bahasanya mengalir dan humornya ga dipaksakan. Beda banget deh ma filmnya.

Best Site: Stoptazmo.com

Ini situs Dewa. Semua manga langka (monster, master Keaton) yang dari dulu gue cari ada di situs ini. Udah gitu, proses downloadnya cepat pula. Highly recommended buat para penggemar manga. Disini, semuanya ada dan gratis.

Best Manga : Crossgame

Ga ada yang menarik dari manga ini kecuali jalan ceritanya. Gue yakin, orang-orang akan sulit suka dengan manga ini jika hanya melihat cover atau gambar tokoh-tokohnya. Nothing special. Tapi itu semua langsung berubah ketika membaca volume pertamanya. Kita langsung disuguhi twist. Jempol deh buat Adachi mitsuru. Belum apa-apa gue udah dibuat sedih dan penasaran aja ma ni manga.

Best Java game: Kasparov chess

Ini game sederhana paling menyita waktu dan pikiran. Ada satu alasan kenapa gue ketagihan main game ini, yaitu Gue GA PERNAH Menang, bahkan di level Novice (satu level dibawah Intermediate) sekalipun. Biasanya gue selalu menang ngelawan sesame orang yang jarang main catur , nah di game ini, di level beginner aja gue kadang-kadang kalah. Beneran game yang sanagt penting untuk menunjukan apakah kita terlalu bego atau tidak. Mbehehe.

Tuesday, December 14, 2010

Phase in the morning

Ketika bangun pagi, gue biasanya melalui 3 fase. Fase pertama adalah ketika mendengar alarm berbunyi. Pada fase ini mata belum terbuka, tetapi indra peraba sudah mulai bereaksi. Meraba-raba dimana gue meletakan alarm dan dengan mata tertutup mematikannya. Apalagi, alarm yang gue pasang adalah alarm yang cukup menyebalkan. Guenya aja udah menyebalkan, apalagi alarmnya. Volumenya maximal, deringnya memakai lagu Bring me the horizon yang intronya aja udah membuat seisi rumah terkena gempa, dan yang paling menyebalkan, gue menset alarmnya berulang setiap 10 menit sekali. Dan setiap 10 menit sekali akan ada atraksi mematikan alarm dengan mata tertutup. Oh iya, alarmnya hidup mulai jam 4 pagi.

Fase kedua, adalah ketika mata gue telah terbuka (gara-gara alarm sialan). Tapi badan belum bisa bangkit. Pada fase ini, tindakan yang paling tepat untuk dilakukan adalah : TIDUR LAGI.http://www.emocutez.com

Fase ketiga. Ini adalah fase paling menyenangkan. Yeah menyenangkan. Di fase ini, bisa terjadi banyak kemungkinan. Kemungkinan yang agak buruk adalah ketika gue terbangun melihat jam dinding menunjukan pukul enam, sedangkan kuliah dimulai pukul tujuh. Jarak dari rumah gue kekampus sekitar satu jam perjalanan. And what next? Kamar tidur dan kamar mandi seketika akan menjadi rute sprint gue. Rute sprint yang seksi karena gue hanya berlari mengenakan handuk. Di rute ini ada banyak rintangan, ada meja makan, ada mainan robot adek gue yang tergeletak di lantai, ada kulkas. Nabrak meja, berkurang 1 poin, nabrak di malam hari. Tidurnya ntar di kelas aja. Ide bagus.

Terakhir, kemungkinan paling buruk, adalah ketika gue ga terbangun sama sekali. Atau kalaupun terbangun, disekeliling gue udah ada api, atau setan-setan yang pake koteka. Tapi kayaknya dosa gue belum cukup deh untuk masuk neraka. Haha http://www.emocutez.com
Kesimpulannya, gue adalah orang yang susah bangun pagi. Kesimpulan tambahan, gue adalah orang yang sangat sering telat bangun pagi di semester 3. Lebih sering dari ketika gue di taman kanak-kanak dulu. Oleh sebab itulah, mulai hari ini, gue tetapkan, resolusi akhir tahun gue adalah ; Bangun pagi. Yeah, bangun pagi. Bangun pagi untuk nonton sponge bob. Lagian kuliah gue juga udah libur. Mbehehe. Tapi walaupun libur gue tetap harus membiasakan bangun pagi, jadinya ntar pas semester baru dimulai, gue bisa bangun pagi secara otomatis.

Hmm, kayaknya satu resolusi aja sudah cukup. Sebenarnya sih pengen nambah lagi jadi rajin belajar, rajin menabung, dan rajin berhutang. Tapi, kayaknya kebanyakan dan susah-susah pula. Ya udah, jadinya gue milih yang gampang aja. Bangun pagi.Bangun lebih cepat, rezeki datangnya cepat. Sekarang itulah quote favorit gue. Oh ya, kemaren baca-baca majalah, dan ngelihat ada gadget baru yang sangat menarik. Sony ericsson playstation. Gadget ini menggabungkan dua gadget favorit gue, handphone sony dan playstation. Hmmm, kalo ada ini, resolusi rajin menabung kayaknya bakalan gampang dillakuin. http://www.emocutez.com
GADGET DEWA



Monday, November 29, 2010

My Monthly life Magazine

Hot Issue
Apa yang sering dilakukan orang ketika telah jenuh dengan hari-harinya? Refeshing? Jalan-jalan? Melakukan hobi seperti pacaran, nonton film, baca komik, olahraga, liburan, makan, joget-joget di tengah jalan? Sepanjang sekolah menengah gue secara alamiah mempelajari hal ini dengan mengamati bagaimana kegiatan yang gue lakukan membuat gue senang dan merasa nyaman. Membaca, Menonton, Browsing, Menonton pertandingan sepakbola adalah salah satu dari banyak hal yang gue daulatkan sebagai “my day knights”. Bulan November merupakan salah satu bulan terberat dalam tahun ini (selain bulan maret tentunya), so bagaimana gue melewati jangka waktu sebulan ini tidak lepas dari bagaimana “my day knights” bekerja. And meet my day knights on November Compressive!


GALLERY
Kesal karena setelah googling sana-sini ga nemu juga Wallpaper Rosa Kato, maka dengan beberapa foto thumbnail plus software Photoscape, maka jadilah wallpaper Rosa Kato pertama di dunia, yang bahkan tak tersedia di official homepage Rosa Kato sendiri. Yah, jika kita tidak menemukan apa yang kita inginkan, ciptakan saja sendiri.


Music Review


Tittle: Dari mata sang garuda

Artist: Pee Wee gaskins

Album: AD ASTRA PER ASPERA (Penuhi bintang dengan jerih payah)


Lagu ini sangat cocok diputar menjelang Piala AFF, dimana Indonesia akan maju menghadapi Malaysia di pertandingan pertama. Kembali ke lagunya, Dari mata sang garuda adalah lagu bertema nasionalis ketiga yang gue suka setelah “Bendera” dari cokelat dan “Negeriku” dari Finalist A Mild Live Wanted angkatan pertama. Lagu ini bertempo cepat, dengan distorsi gitar yang lumayan. Dan gue lebih suka melihat video klipnya karena gue nge-fans ma Aldy, drummer band ini, hoho.

Movie Review
Tittle : Harold and kumar : Escape from Guantanamo Bay

Cast: John Cho (Harold), Kal Pen (Kumar)

Film ini bercerita tentang pelarian (konyol) Harold dan Kumar dari Guantanamo Bay, kamp tahanan khusus untuk teroris milik Amerika. Cerita bermula ketika Harold dan Kumar sedang dalam perjalanan pesawat menuju Amsterdam untuk bertemu dengan Maria, wanita pujaan Harold. Setting cerita ini mungkin tidak terlalu lama setelah tragedi 11/9 WTC sehingga isu terorisme di dalam pesawat masih hangat-hangatnya. Nah, ketika berada dalam pesawat, Kumar pergi ke toilet dan mengeluarkan penemuan terbarunya, sebuah bong penghisap ganja otomatis (Kumar adalah seorang mahasiswa yang cerdas, dan pecandu ganja kelas berat). Maka kekacauan pun bermula dari sini, ketika itu seorang penumpang lansia, yang dari tadi gelisah melihat tingkah laku kumar yang tampangnya arab abis, melihat celah pintu toilet yang terbuka dan dalam pemandangan lansia itu, Kumar sedang memegang sebuah pistol (padahal Kumar hanya memegang sebuah bong penghisap biasa). Lansia ini pun panik dan berteriak teroris, suasana di pesawat menjadi chaos. Ketika itu didalam pesawat telah siaga dua orang agen kepolisian yang kemudian menangkap mereka. Sialnya lagi bong yang dipegang kumar terlempar sehingga isinya meledak dan mengeluarkan asap. Penumpang pesawat pun panik dan mengira itu gas beracun. Setelah itu, Harold dan Kumar sah ditetapkan sebagai teroris, seberapa kerasnya pun mereka berdalih.
Selanjutnya, Harold dan Kumar pun dibawa ke Guantanamo Bay yang terletak di Kuba. Dari sinilah inti cerita dimulai, bagaimana Harold dan Kumar meloloskan diri dari penjara, juga dari kejaran pasukan keamanan Amerika yang (katanya) paling hebat. Sepanjang pelarian, banyak hal yang aneh yang mereka alami, dari mulai terjebak dalam upacara suatu sekte pembenci kulit hitam, tidur bersama seoorang anak cacat bermata satu, hingga jatuh dari pesawat dan masuk ke ruangan pribadi presiden Amerika. Kocak.
Karena banyaknya adegan rasis dan lelucon kasar dalam film ini, maka Harold and Kumar : Escape frrom Guantanamo Bay mendapat rating R, alias Restricted, (tontonan 18 tahun keatas). Untung gue udah bisa nonton hehe ;p

Dialog Favorit gue:
Dialog ini terjadi di helikopter yang menuju kembali ke penjara Guantanamo Bay setelah Harold dan Kumar (yang disangka teroris tertangkap).
Ron Fox (Seorang Pejabat Keamanan Negara yang rasis): Dimana Al-quran yang bsia menyelamatkanmu itu?? Hahaha

Kumar: Hei, kau bahkan tidak tahu aku bukan seorang muslim. Lagipula jika aku seorang muslim, belum tentu aku seorang teroris.

Intermezzo:
Oh ya, dalam film ini juga ada puisi keren karya kumar (yang pada awalnya, didalam film ini adalah mahasiswa cerdas, yang selain jago mengerjakan soal kalkulus, juga jago menulis sebuah puisi). Puisi ini adalah kombinasi "cinta" dan "matematika"
“The Square Root of Three”
I fear that I will always be
A lonely number like root three
A three is all that’s good and right,
Why must my three keep out of sight

Beneath a vicious square root sign,
I wish instead I were a nine
For nine could thwart this evil trick,
with just some quick arithmetic

I know I’ll never see the sun, as 1.7321
Such is my reality, a sad irrationality

When hark! What is this I see,
Another square root of a three
Has quietly come waltzing by,
Together now we multiply
To form a number we prefer,
Rejoicing as an integer

We break free from our mortal bonds
And with a wave of magic wands
Our square root signs become unglued
And love for me has been renewed
Site Review


Pendapat gue mengenai situs ini : It’s The Largest and cool manga community! Alasannya:

1.Koleksi manganya sangat lengkap, dari A-Z, lebih dari 500an judul manga. (telusuri abjad per abjad untuk menemukan koleksi lebih, yang terpampang di halaman home situs hanya sebagian kecil saja)

2.Tersedia fasilitas download manga dan read online manga

3.Link download tidak mengarah ke situs file sharing seperti 4shared, hotfile, mediafire, sehingga proses download tanpa waktu tunggu.

4.Bisa download sampai dengan 8 file secara bersamaan.

5.Menyediakan komik-komik langka yang tidak beredar di Indonesia secara gratis

6.Minus flash, sehingga halaman situs ringan untuk dibuka.

So, what are you waiting for?

Match Review


Aston Villa vs Arsenal, 2-4

(Villa scorers: Ciaran Clark 2 goal)
(Arsenal scorers: Andrey Arshavin, Samir Nasri, Maurone Chamakh, Jack Wilshere)

Pertandingan ini bisa disebut sebagai pertandingan menarik melihat banyaknya gol dan attempt yang tercipta. (Lebih seru dari pertandingan Manchester United vs Blackburn Rover dengan skor akhir 7-1, dimana pertandingan tidak berimbang diperlihatkan Manchester United). Pertandingan ini dibagi dalam 4 scene, yang pertama ketika Arsenal unggul 0-2, kemudian ketika Villa membalas 1-2, Arsenal menambah satu gol lagi menjadi 1-3, Villa memperkecil ketinggalan menjadi 2-3 (disini pertandingan mencapai tensi yang tinggi) dan puncaknya pada injury time, Arsenal menyempurnakan kemenangan menjadi 2-4. Berkat kemenangan ini, Arsenal merangsek ke posisi 2 klasemen sementara dan makin mengukuhkan rekor sebagai tim yang belum pernah kalah dalam pertandingan Away (tandang).

Monthly Best comment 
 
Anggraeny (untuk entry : My dizzy exam)

“BUAHAHAHAHAHA!
Bru smpat baca blog abg, n kekeh abis2an krna kak m***

Lia Wardina (untuk entry : There’s one dream, only that I can provide)

“Gila aku gara-gara blog mu jik.”


What's on next month?

Beikut daftar sementara film yang akan gue tonton, komik yang akan gue baca, dan entry yang akan gue tulis di bulan depan. Tunggu reviewnya ya.

Movie: 

Taiyo no uta

The mist

 4bia

 The hangover

Komik: 


Battle royale

DMC the manga

Real vol 9

Entry:

The most important friend 2010

Coming soon

2 Desember, Ujian blok 11 (modul 1 dan 2)

1 Desember, Indonesia vs Malaysia (AFF cup)

9 Desember, Ujian blok 11 (modul 3)

11 Desember, Manchester United vs Arsenal (EPL), Ujian blok 11 (modul 4), Ujian praktikum

19 Desember, Ulang tahun Odik


3rd Mood Healer

Di entry-entry blog gue sebelumnya, gue pernah mengatakan bahwa selain senyuman cewek manis (seperti senyuman Rachel Weisz atau Vj franda), ada beberapa hal lagi yang bisa memperbaiki mood gue, yang biar kedengeran keren, gue sebut dengan istilah Mood healer. Musik, adalah mood healer pertama yang gue kenal. Ini menjelaskan kenapa gue suka genre musik pop rock. Pop rock yang bersemangat adalah salah satu kunci dalam mereparasi suasana hati gue yang gampang kacau gara-gara sering telat bangun atau dicuekin cewek (haha ketawa miris lagi deh). Yang kedua, adalah kemenangan Arsenal. Gue masih ingat efek ketika Arsenal menang melawan Aston Villa sabtu malam kemarin, gue semalaman nyengir terus padahal lagi capek-capeknya. Dan berlawanan dengan itu, kekalahan Arsenal atas Totenham di kandang sendiri seminggu yang lalu, malah membuat gue ga bergairah melakukan apa-apa (sehabis pertandingan asli gue langsung tidur saking kesalnya).

Mood healer yang ketiga, yang baru gue sadari efeknya beru-baru ini, adalah Quotes. Yap, quote-quote bagus selalu membantu gue untuk memperbaiki suasana hati bilamana gue mengalami kejadian yang memaksa perasaan gue untuk kacau. Contohnya seperti ini (berdasarkan pengalaman pribadi)

Gue saat itu sedang online di facebook dan melihat “dia” diantara chat list gue. Tanpa prasangka yang buruk, gue pun langsung nge-chat.
Gue tulis kata seperti ini
“hai, ****”
Gue menekan enter, dan kurang dari dua detik muncul balasan, dari facebook.
**** telah offline dan meninggalkan percakapan.

Apa yang ada di pikiran gue setelah itu bukanlah hal yang baik. Gue mengumpat-umpat. Untunglah gue punya sidebar (google sidebar) di desktop komputer yang menampilkan quote secara random.

For every minute you are angry you lose sixty seconds of happiness

Kata-kata sederhana itu menghindarkan gue dari keinginan untuk meninju layar komputer. Yah, marah-marah hanya akan membuat kebahagiaan gue (yang cuma sedikit) akan hilang. Mood gue perlahan ditenangkan, hanya saja, gue masih ragu apakah memang “sabar” yang seharusnya dilakukan. Bukankah menahan emosi itu tidak baik, sekalipun kehilangan 60 detik kebahagiaan adalah taruhannya. Mengapa gue harus diam saja setelah diperlakukan seperti itu untuk yang kesekian kalinya (ya, kejadian diatas itu bukan yang pertama). Gue pun mencoba menyelamatkan diri dengan mengobrak-abrik kumpulan quotes di sidebar google gue, dan menemukan quotes yang bagus.

The true measure of a man is how he treats someone who can do him absolutely no good.

Atas nama lelaki kedewasaan (preet), gue pun melupakan kejadian menyebalkan itu. Ga tahu kenapa pikiran dan perasaan gue terlalu gampang untuk disugesti oleh kata-kata. Lihat itu, ukuran seorang lelaki itu bisa diukur dari bagaimana ia memperlakukan seseorang yang berlaku tidak baik kepadanya. Secara tidak langsung itu menyatakan bahwa tidak membalas perlakuan kurang baik orang kepada kita adalah bukti kedewasaan. Nah, karena gue ga membalas orang yang menyebalkan itu, berarti gue Dewasa dong (mendadak senang). :p

Dalam sebulan terakhir, inilah 10 besar quotes favorit gue. Yang sangat berperan dalam mengubah mood gue ketika putus asa maupun ketika bingung. Check tis out tzahhh!

1.At first dreams seem impossible, then improbable, then inevitable

2.Don’t say you don’t have enough time. You have exactly the same number of hours per day that were given to Bill Gates, Hellen Keller, Pasteur, Michelangelo, Leonardo Da Vinci, Mark Zuckenberg, and Albert Einstein.

3.We could all take a lesson from crayons : some are sharp, some are beautiful, some have weird names, and all are different colors, but they still learn to live in the same box.

4.Avoiding problems you need to face is avoiding the life you need to live.

5.Sometimes you just can’t open up to someone. Not because you don’t trust them. But because once you tell someone how you feel inside, you’re giving them permission to hurt you.

6.You can close your eyes to things you don’t want to see. But you can’t close your heart to the things you don’t won’t to feel.

7.Forget about the people in your past, they didn’t make it to your future for a reason

8.There are things that we don’t want to happen but have to accept, things we don’t want to know but have learn.

9.If you don’t design your own life plan, chances are you’ll fall into someone else’s plan. And guess what they have planned for you? Not much.

10.The trouble with not having a goal is that you can spend your life running up and down the field and never score.

Wednesday, November 24, 2010

There's one dream, only i can provide!

Ini terjadi di siang hari, di sebuah festival budaya jepang, di bibir sebuah panggung akustik, tempat dimana seorang musisi jalanan menyanyikan lagu pop manis yang bercerita tentang warna warni kehidupan, menoleh kesamping melihat sosok wanita cantik, berpandangan sejenak, dan tiba-tiba dia melemparkan senyum seperti ini

Tolong matanya dibuka sedikit

Yap! Itulah salah satu scene dalam film Detroit Metal City yang gue tonton kemarin malam dan wanita diatas adalah  aktris jepang pertama yang membuat gue jatuh suka (bukan cinta) pada pandangan pertama. Meet the Rosa Kato-san. Idola baru gue.

Photobucket

Ngomong-ngomong tentang Detroit Metal City. Gue terkesan dengan film ini. Biasanya film yang diangkat dari sebuah manga selalu mengecewakan jika diangkat kedalam versi live action. (contohnya saja, Death note, Dragon Ball, atau bahkan 20th century boys). Tetapi Detroit Metal City tidak demikian. Bukan hanya nuansa komikalnya yang berhasil diadaptasi dengan sangat baik, melainkan juga akting tokoh utamanya Soichi Negishi (diperankan oleh Matsuyama Kenichi, yang juga memerankan L dalam trilogi DeathNote) yang total abis. Sanggup memerankan soichi yang culun sebagai "banci berambut jamur" dan Johannes Krauser II tanpa cela. Yang juga perlu diacungi jempol adalah keberhasilan sutradara mengganti humor kasar dan vulgar dalam manga menjadi humor sopan tetapi tetap lucu. Salut deh, dimana sekarang kebanyakan film komedi selalu mengedepankan humor vulgar dan slapstick sebagai senjata utama dalam memancing tawa. Katanya di jepang sana film ini udah mendapat titel box office. Ga heran , ceritanya  memang beneran menghibur gue yang lagi stuck. Huahaaha curcol deh :p

Ini adalah salah satu scene favorit gue, ketika Shoici bertemu Aikawa (diperankan oleh Rosa kato) teman satu angkatannya dulu. Disinilah awal cinta (dan kekonyolan) bermula.

Film Detroit Metal City bercerita tentang seorang remaja desa bernama Soichi Negishi yang punya mimpi menjadi seorang penyanyi yang mampu memberikan warna kehidupan bagi orang-orang (mungkin maksudnya adalah seorang penyanyi pop ceria). Untuk memenuhi mimpinya itu, diapun berangkat ke Tokyo dengan menjadikan kata-kata "no music, no dreeam" sebagai slogan mimpinya. Hanya saja, kebanyakan orang menganggap musik yang dimainkan soichi adalah sampah dan kacau Tiap kali Soichi bernyanyi ,yang menonton hanya seekor anjing (T.T). Dan oleh karena keluguan Soichi, tanpa sengaja dia salah ikut audisi menjadi vokalis band death metal/demon metal karena melihat poster audisi yang juga menuliskan tagline "No music, No Dream". Dengan terpaksa dia harus bernyanyi demon metal (yang disetiap lagunya melantunkan kata-kata Hell, F**k, Rape, kill) dengan nama Band DMC (Detroit Metal City) bersama seorang manager wanita yang selalu mengancam akan membunuh Soichi tiap kali menolak untuk bernyanyi. Berikut kata-kata dari Soichi ketika menyadari dirinya terjebak dalam situasi yang bertentangan dengan mimpinya.

“Boku ga sitakatta no ha, Konna bando jyanai dayo….Okaaaasaaaannn!”
"Band yang gue pengen jalanin, bukan yang beginian….Emaaaakkkkk!"

Di panggung, Soichi diberi nama samaran Johannes Krauser II. Dan dengan segala keberuntungan, Johannes krauser malah memiliki penggemar fanatik (dan bodoh). Dipuja-puja sebagai idola titisan neraka. Bahkan ketika Soichi melarikan diri dari managernya dan tidak manggung dalam waktu yang lama, timbul spekulasi di kalangan para fans fanatiknya bahwa Krauser telah kembali ke Neraka. Sumpah, bagian ketika
para fansnya berspekulasi dengan alasan yang tidak masuk akal buat gue ngakak.
Johannes Krauser II dan Fansnya

Lanjut cerita, DMC pun terkenal dan Krauser dianggap menjadi legenda di jepang, di lain pihak, sang cewek pujaan, Aikawa, terang-terangan menyatakan benci dengan musik yang diusung DMC, plus kenyataan bahwa junior Soichi di universitas dulu, yang diajarkan Soichi bernyanyi, malah sukses sebagai penyanyi pop teria yang menjadi mimpinya. Tidak hanya sampai disitu, masalah paling besar justru datang dari dirinya sendiri. Pertarungan batin akibat melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan hatinya. Ironi pun terjadi, melakukan apa yang dia sukai, tetapi dibenci orang-orang, sebaliknya, melakukan sesuatu yang tidak disukainya, tetapi malah terkenal dan menjadi inspirasi hampir seluruh penikmat musik di jepang. Dan tibalah saatnya Soichi harus memilih. Hohoho. Pilihan apakah yang akan diambilnya?. Akankah dia memilih untuk menjadi penjual tempe. Nonton sendiri aja ya. Lebih seru.:p

Berbeda dengan manganya, adegan-adegan tak senonoh dan kata-kata brutal dihilangkan dalam film ini plus adegan dramanya mendapat porsi yang lebih. Dan hampir selalu, tiap kali ada adegan drama, disitu jugalah terjadi kelucuan-kelucuan yang baru. Banyak tingkah konyol soichi di sepanjang film yang akan mengocok perut.

Yah, Secara keseluruhan, film ini bercerita tentang bagaimana memperjuangkan sebuah mimpi , bahkan ketika mimpi itu seperti tidak mungkin untuk diperjuangkan, dengan balutan humor yang komikal. Klise sih sebenarnya tema yang diambil, tetapi tetap aja unik karena sudut pandang cerita yang diambil dari seorang vokalis grup musik setan yang absurd, yang punya mimpi dalam hidupnya. Kasi empat bintang deh buat film DMC.

Ngomong-ngomong tentang mimpi, gue punya mimpi kayak gitu ga yah? Wah, pertanyaan susah. :)
Apakah "menjadi orang bahagia" bisa disebut sebagai Impian?

Buat yang penasaran ma film DMC, ini ada trailernya. Ada senyum Rosa Kato juga lo huhuhu (mesem-mesem :x>)




My Last-November Playlist

1.Tell me where you are-Hit the lights

Baru-baru ini gue malah nemu band baru yang bagus dan selera kembali ke pop rock. Mungkin udah waktunya mengUpgrade semangat lagi. Waiting for my Holiday to come :)

Photobucket

2.Sky chord-Tsuji Shion

lagu yang jadi endingnya bleach ke-18 yang judulnya sky chord ini sangat cocok didengarkan sebelum tidur. Punya efek menenangkan dan suara instrumen yang minimalis untuk sebuah vokal cewek yang nge-rock. Sangat direkomendasikan buat yang suka soundtrack anime. Pas banget buat jadi lagu penutup.

Photobucket

Sunday, November 21, 2010

My Wallpaper Awards

Waktu-waktu senggang gue sepanjang tahun ini biasanya diwarnai dengan lamunan akan masuk surga, download ribuan lagu, hibernasi, dan berburu wallpaper. Khusus untuk wallpaper, gue punya koleksi banyak sekali. Pokoknya tiap kali online, pasti nyempatin buka google image terus mencari wallpaper dengan mencoba keyword yang aneh-aneh. Maka hobi gue pun nambah lagi. Gonta-ganti wallpaper tiap harinya. Berikut adalah wallpaper favorit gue tahun ini. Kalo berminat, klik aja untuk memperbesar terus save. Atau bisa download sekaligus disini. Enjoy!

1.Best Symbolic Wallpaper
 Sadness

2.Best Sport Wallpaper
Arsenal vs Manchester United 2-1

3.Best Movie Wallpaper

 Blood

4.Best Abstract Wallpaper
 Fishing
 Island entertainers

5.Best Game Wallpaper
 Prince of Persia : The two thrones


 Zelda

 Metal Slug Mayhem

6.Best Anime Wallpaper
 Fullmetal Alchemist Take off
 Standing in front of graphiti
 Radical Edward vs Alphonse Elric
Teen Jiraiya

7.Best Art Wallpaper
 Skeletor street art
 Red Dress

8.Best Actress Wallpaper
 Jeon Ji hyun

9.Best Cartoon Wallpaper
 Rockman Fire Style

10.Best Music Wallpaper
 All Time Low
 Artic Monkeys
 YUI : My short stories
Wallpaper Download