Wallpaper Download

Friday, March 25, 2011

Book of Memories

Hampir setahun gue selalu merasa seperti berada dalam kondisi “Kesepian di tengah Keramaian” dan hanya butuh satu hari untuk menyadarkan gue kalau itu sebenarnya salah.
Satu hari itu, adalah hari ulang tahun gue yang ke dua puluh. 

***

Chapter 1 : The First Hour

Banyak yang mengatakan kalau mengucapkan selamat ulang tahun tepat ketika hari dimulai itu hal yang terlalu biasa dan tidak penting. Apa pentingnya? Mengganggu tidur saja. Itu kata mereka.
Kata gue, dari pertama kali mendapatkannya dulu hingga sekarang, tindakan mengucapkan selamat ulang tahun pada jam pertama itu sangat penting. Gue selalu senang menerimanya. Keren sekali jika orang-orang mau tidur lebih larut, atau menyetel alarmnya untuk bangun di tepat tengah malam hanya untuk sekedar mengucapkan selamat ulang tahun ke kita.

Dan gue, mendapatkannya dari mereka. 

Irma Afriyesi Srg (00.17)

Tengku Andhita (00.17)

Mardiah Rizqa BB (00.17)

Jessica Forshytia Fa (00.30)

Rizky Mubaraqh (00.33)

Anggraeny (00.35) 

Michele Huang (00.36)

Ade Maya Sari Srg (00.46)

Anugerah Permana Batubara (00.47)

Erika Juanita Nst (00.54)

Laurenta Stevanus M (00.58)

Yang kalian lakukan itu tepat. Jelas sekali, gue sangat senang! :)

NB: Juga untuk seseorang yang mengucapkan pada jam-jam terakhir. Gue juga enggak akan melupakan itu. Usaha untuk tampil beda dari yang lain dengan mengucapkan di saat-saat terakhir, itu juga manis. Terimakasih ya ;)


Chapter 2: The Five

Apa korelasi antara angka 5 dengan ulang tahun gue? Apa karena tanggal lahir gue terdiri dari angka 2 dan 3 yang jika dijumlahkan menjadi angka lima? Tentu saja tidak.
Gue membicarakan soal kelompok diskusi gue di kampus. Kelompok 5. Kelompok 5 yang hampir semua anggotanya mendatangi tempat duduk gue, mengulurkan tangan, dan mengucapkan selamat ulang tahun. 

Gue suka kelompok ini. Dari dulu sampai sekarang gue merasa nyaman dengan mereka.

Chapter 3: The Cake-Chocolate-Candle

Kalau ada kata yang lebih tinggi maknanya dari terima kasih, mungkin paling cocok untuk disematkan kepada Lia Wardina, Mardiah Rizqa, Sherly Marcelina, Prida Putri, dan Qurrata Akyuni.

Apa yang mereka lakukan seharusnya diganjar tidak cukup hanya dengan kata-kata.

Di saat teman-teman gue yang lain pulang dan entah kemana, yang pada akhirnya membuat gue juga ingin pulang, mereka justru menahan gue, dan, yah,you know, memberi surprise.

Cake, Candle, Chocolate, Gift, Smile, Laugh, Sing a song, Friendship fire, everything! :’)

Mempunyai teman seperti mereka membuat gue mensyukuri hidup! 

Juga membuat gue akhirnya percaya, bahwa perasaan ‘kesepian’ yang sering gue pelihara itu, sebenarnya tidak lebih dari sebuah ilusi!

Chapter 4: The Gift

Siapa yang ga senang dikasi kado? Gue bahkan masih menyimpan bungkus kado yang pertama kali gue terima dari temen gue waktu smp dengan sangat baik. Itu tandanya kalau gue memang sangat menyukai hal yang satu itu.
So, buat yang udah ngasi kado Lia, Eyik, Dyni, Dhita, Reza, apapun itu, Terimakasih Banyak yaaa ‘\[^^]/’

Gue suka kemejanya, gue sangat suka Headset sony tipe MDR-Q140 nya (luar biasa senang sekali akhirnya bisa ngidupin playlist everytime everywhere <--- nyengir ga ilang-ilang),  gue senang dengan Album Original "No pads, No Helmet, Just Ball" nya Simple Plan yang membuat gue nostalgia kembali ke masa-masa SMP, gue excited ma gantungan kunci Robin Van Persienya. Pokoknya gue cinta semua kado yang dikasi ke gue.

Masi ada yang lagi ga yang mau ngasi??? <---Ngarep Hahaha 

Chapter 5: The Unusual 

Yang ini buat gue tertawa lebar semalaman. Ini untuk pertama kalinya, sebagai sebuah perayaan simbolis untuk ulang tahun gue, ada beberapa orang yang buatin gue cerpen, dimana gue sebagai tokoh utamanya, dan hidup gue yang berantakan sebagai basis ceritanya. 

Pas nerima naskahnya asli tangan gue gemeter. Nangis nangis bombai deh situ. 

Adalah Kiki, Novi, Reza, Boy, dan Michele yang rela menyisihkan sedikit waktunya untuk berpikir dan menulis tentang gue. Lucunya, gue sendiri sangat tahu si Michele ga suka nulis, dan pas baca tulisannya, asli gue geli guling-guling. Gimana ya, memikirkan bagaimana dia berusaha keras merangkai kata-kata menjadi kalimat di cerpennya itu membuat perasaan gue jadi enak :D 

Good Job teman-teman. :’) 

Ntar kalo sempat Gue bakalan salin ulang cerpen-cerpen mereka buat dipajang di blog. Big Thank You yaa…..Hohoho. 

*** 

Akhir kata, buat semua yang udah memberi gue ucapan selamat ulang tahun, baik itu secara langsung, ataupun lewat media elektronik seperti telepon, sms, facebook, maupun twitter, gue ucapkan terima kasih yang sangaaat besar. Gue ga akan melewatkan ulang tahun kalian teman-temanku!



Wallpaper Download